Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Dialog (Palsu)

"Entah mengapa dia yang pernah  menancapkan luka kembali kuingat dan menggoda untuk disapa, namun malu-ku mencegahnya" Mengapa harus malu bila sapaanmu merupakan upaya melebur rindu? "Aku takut bila dari sapaanku bisa mengundang kembali kalimat "aku masih menyukaimu" yang pernah menggores pilu" Bodoh! Trauma akan kesalahan membungkammu untuk menawarkan sebuah keindahan? Atau bahkan mungkin kalimat "Aku juga masih menyukaimu" tertahan hanya karena ragu. Ketahuilah semua insan akan berubah secara perlahan. Kesalahan pasti terjadi, tapi aku yakin ada juga sebuah usaha untuk memperbaiki diri. "... " Lalu kau hanya terdiam, tersenyum dan pergi setelah kulihat ada secercah keyakinan diwajahmu. " Terima kasih! Kini aku percaya bahwa kisah lamaku hanyalah cerita dan masa depanku bisa memberi harapan bahagia yang baru" teriakmu dari jauh seraya meninggalkanku. Aku hanya terseyum sambil melambaikan tangan, lalu ber...

(Aku) Butuh Perhatian

Goresan aksaraku makin tak karuan, Karena tak ada rasa dalam sukma sebagai topangan, Hanya ada kosong dan sunyi tak berkesan, Serta senyap nan merayap menyelubungi perasaan. Bukan masalah rindu maupun pilu, Tidak juga tentang keadaan jiwa yang membiru, Maaf, pun dia, mereka, bahkan bukan prihal kamu Semua hanyalah tentang aku. Aku yang diabaikan terlalu lama, Aku yang selalu dilupa, Aku yang hanya diterka tanpa dimengerti dengan sengaja, Olehku. Kini kubuang jauh peduliku kepada kalian, Kuambil perhatian yang kalian tak harapkan, Semua hal baik dan buruk tentang kalian telah kuhancurkan, Aku pastikan bahwa hanya ada aku, aku dan aku secara keseluruhan. Kini aku tahu, Bukan kosong, sunyi atau senyap yang menyelimuti jiwa dan hati, Aku hanya cemburu, Pada diriku sendiri. M. Indra Prayoga (2018 ) Tak apa bila kita peduli kepada banyak orang, tapi jangan lupa untuk memperdulikan diri sendiri.

Pergi

Hey, kau wanita yang pernah terpatri denganku dalam sebuah janji, Sekeping kenangan yang selalu terlintas dalam khayal ketika datang sunyi, Apa kau tahu bahwa butuh usaha lebih untuk tidak mengingatmu dalam hari-hari yang kujalani? Apa kau mengerti bahwa engkaulah penyebab aku pernah berhenti menikmati lega napas dalam hati? Hanya ada kacau dan sesak menyelimuti Bahka kupikir hatiku telah mati ketika kau memilih untuk berhenti mendampingi, Aku tidak mau merasakan hal itu lagi, aku benci bila harus tenggelam dalam luka pada diri sendiri. Maka dari itu, pergilah, dan jangan sedikitpun kau berpikir untuk kembali, Karena aku takut jika kau kembali, aku akan membuka hati dan tak akan pernah bisa melepaskanmu lagi. M. Indra Prayoga   (2018)

Aku (TIDAK) Tulus

Percakapan yang terjadi disuatu malam, dan menjadi kenangan untuk kita, pasangan yang sedang kasmaran. "Hey, aku ini tidak sempurna dan kau tahu itu, namun kau tetap memilihku, apa sebenarnya tujuanmu?" Aku minta maaf, aku memilih untuk menjatuhkan hati padamu bukan tanpa alasan. tak seperti mereka yang memakai dalih tulus sebagai sebuah landasan. Aku mencintaimu  dengan maksud agar semua yang melewatkan dan menyia-nyiakanmu cemburu akan banyaknya hal-hal kecil yang kulakukan untukmu dan harusnya bisa mereka perbuat dulu. Menulis cerita tentang kamu misalnya. Selain itu aku ingin mereka sadar bahwa wanita yang mereka buang karena sebuah kekurangan bisa menjadi "lebih" bila diperlakukan layaknya seorang putri. Namun cukup tentang tujuanku, sekarang aku ingin tahu apakah kau mau membantu dengan bersedia selalu bersamaku menciptakan tawa bahagia dan melewati semua resah, perih dan pilu yang mengganggu? "... " kau diam, hanya menga...

Tak Ada Masalah Yang Salah.

Hidup dan masalah adalah sesuatu yang senantiasa berdampingan, Tak peduli kau bersembunyi dalam sunyi, Atau berselimut dalam perlindungan, Karena mereka adalah satu dan melebur tanpa memikirkan soal hati. Masalah, Lelah, Masalah, Menyerah, Begitulah pola pikir seseorang yang kehilangan arah dan akan berakhir menjadi sampah. Masalah sering sekali dinilai sebagai beban, Padahal, masalah adalah cara Tuhan untuk memberi pelajaran, Tergantung bagaimana cara kita beranggapan, Terpuruk dan hancur tak berbentuk atau siap pasang badan untuk maju ke depan. Belum terlambat untuk berhenti berlari, Lalu kembali dan menghadapi, Jangan takut gagal kemudian mati, Karena Tuhan tak akan memberi pelajaran yang melebihi batas pemahaman diri. M. Indra Prayoga ( 2018 ) The pain you feel today is the strength you feel tomorrow.

SADARLAH!

Kita adalah muda yang menolak tua, Tak rentan akan umur dan usia, Kaprah kita bukan untuk tunduk pada penguasa yang semena-mena, Tapi berpegang teguh pada pancasila yang merupakan dasar dan jati diri bangsa. Ayo lawan mereka yang menghancurkan kita namun bergelagat bagai tak nyata, Tidak perlu dengan fisik dan raga, Tapi cukup dengan melindungi diri sendiri agar tetap sesuai norma. Serta sadarkan saudara kita bahwa segala harta didunia tak sebanding dengan INDONESIA. Wahai para pemuda, ingatlah! Kita yang BERBAHAYA ! Kita yang BERKARYA ! Kitalah INDONESIA !

(RE)MEMORY.

Saat relung terbayang sebuah cerita yang terkenang, Ketika kau bahagia dan tertawa riang, Serta aku yang waktu itu juga merasa senang, Membawa mimpi buruk terbang jauh hampir menghilang. Namun, realita datang menyapa, Menarik sadar dari bayang semu yang tak nyata, Melebur khayal cerita yang terlewati bersama, Membuat relung sesak didekap nestapa. Dan inilah segala sesuatu yang menggoda pena untuk menggores pilu; Aku, insan yang tenggelam dalam rindu, Kamu, sosok yang membentur hati pada sendu, Pergi, hal bodoh yang kulakukan dulu, Sesal, perasaan yang bersemayam dalam jiwa selalu, Dan kita, doa yang masih kupanjatkan sepanjang waktu. M. Indra Prayoga (2018)