Postingan

Di Selipan Doa-Doaku

Namamu masih terselip di sana, di dalam doaku Di saat hujan, di sepertiga malam, di antara adzan dan iqamah Di waktu-waktu mustajab, saat terkabulnya sebuah angan-angan Lima kali sehari, atau bahkan kadang lebih dari itu, setiap hari.   Kulangitkan doa-doa itu setinggi mungkin, namun tetap dengan penuh kerendahan diri, dangan ketulusan yang paripurna Doa tentang pengampunan dosa untukku dan keluarga, tentang kesabaran hati, tentang kebaikan setelah kehidupan di dunia Lalu kuisi ujung doa tersebut dengan nama masih yang sama, dengan namamu Kemudian kuakhiri dengan harapan yang masih belum berubah, harapan untuk bisa bersamamu.   Kusampaikan permintaanku pada Sang Pengatur Segalanya, tentang aku dan kamu yang terikat dalam sebuah hubungan di masa depan Hubungan yang akan dimulai dengan cara yang paling Ia restui perjalanannya Hubungan yang berjalan dengan cara yang paling Ia berkahi dari awal hingga akhir Hubungan yang berakhir di dunia dengan cara yang...

Skenario Sebelum Tidur.

Di stasiun malam, cinta adalah kereta yang terlambat, Tiba-tiba berhenti, di depan hatimu. Aku adalah penumpang yang menunggu, Dengan tiket yang tertera namamu. Waktu adalah sungai yang mengalir, Membawa kenangan, ke dalam lautan jiwa. Kita adalah dua bintang yang bertemu, Dalam semesta cinta, yang tak terbatas. Malam ini, cinta adalah kanvas kosong, Menunggu kuas sentuhan, hati kita. Aku melukis senyum, dengan warna cinta, Dan kau menambahkan warna, ke dalam jiwa. Di stasiun malam, kita menemukan, Cinta yang tersembunyi, di antara kereta-kereta.

Halusinasi

Aku masih mencintaimu dalam diam, dalam senyap dan bisu Mencintaimu secara egois tanpa memandang tempat dan waktu Tanpa tahu diri, tak peduli dengan urat malu Aku masih mencintaimu, masih rindu sampai aku jadi abu. Seringkali aku bermain-main dengan semua kemungkinan itu Senyumanmu yang melekung karena candaan konyolku Genggaman tangan imutmu saat menonton film terbaru Pelukanmu saat keliling Ibukota untuk menembus malam minggu. Aku tenggelam dalam angan tentang kita, tentang aku dan kamu Walaupun semua itu tidak nyata, hanya berputar dalam kepalaku Tentang hubungan kita mungkin diselingi dengan luka dan liku Namun kupastikan kamu bahagia jika kamu menjadi milikku. - Muhammad Indra Prayoga (2025)

Kamu Adalah Huruf Pertama Dari Setiap Kalimatku.

  A ku kembali pada masa itu M asa di mana kamu yang menjadi segala alasanku A lasanku tetap bertahan saat aku hampir mati dan tetap bernafas N afas dari masa lalu yang masih kucari bahkan hingga hari ini D ari tahun ke tahun, dulu hingga sekarang, tetap kamu A lur cerita yang tetap melekat meski pemerannya sudah tiada, kamu.   P ernah aku berpikir untuk melepaskan semuanya U ntuk berhenti mencari kamu di raga orang lain T erbebas dari belenggu masa lalu, dari kamu R ela atas rindu yang takkan bisa terbayarkan, rindu menuju kamu I majinasi yang indah bukan ? Namun tetap saja, namamu yang ada.   N amamu masih melekat dalam angan A ngan yang kuharapkan dengan tekad yang nekat B ayangmu yang masuk ke setiap celah diantara kedipan mataku I nginku masihlah kamu, menuju kamu, dan mungkin akan tetap kamu L ampiran dari setiap tawa itu masih tersimpan di dalam kening A lam mimpiku masih memainkan bayang yang masih bayangmu.   Amanda Pu...

Puisi Tentangmu Yang Dulu Seringkali Kau Minta.

 Jangan pernah mempertanyakan alasanku menyerah terhadapmu Terhadap sumber luka dan liku yang kini tertoreh dalam jiwaku Menyerah terhadap pemantik pilu yang sudah lama membusuk muncul kembali menusuk rusukku Menyerah terhadap kisah tentang kamu dan aku. Aku memang insan yang jauh dari kata sempurna Banyak kesalahanku yang menggores cerita kita Namun nona, sepertinya kamu lupa, bahwa perubahanku terhadapmu disebabkan oleh hal-hal yang bukan aku pelakunya. Sama seperti sekarang, dimana aib yang kupercayakan padamu, malah kau jadikan alasan pada orang sekitar meski tanpa alasan yang masuk logika. Tak usah membahas apa yang pernah aku atau kamu lakukan di masa lalu Semua itu sudah terlewat dan berlalu Kesalahanmu yang dulu tak masuk dalam pertimbanganku untuk meninggalkanmu Malah dari sana aku bersyukur pernah memiliki pasangan seperti dirimu Perpisahan kita sekarang disebabkan oleh ekspetasiku yang terlalu tinggi akan empatimu dalam mengerti traumaku. Jadi dengan tegas, tanpa maaf, d...

Surat Tuan Dan Nona.

Surat Dari Tuan Untuk Nona Hari ini, masih ada segenggam rindu yang mengusik dalam pejamku. Tentang cara kita berbicara dengan nada yang manja, menonton film kartun fantasi bersama, hingga candaan aneh yang hanya kita berdua bisa terhibur karenanya. Sekarang semua sudah menjadi suatu kenangan masih tersimpan rapih hingga nanti saat waktu menggerusnya dengan perlahan dan pasti. Walaupun aku bukanlah seseorang yang menyimpan sosok di sebuah tempat namun tetap saja ada beberapa tempat yang tertanam memori tentangmu didalamnya. Seperti Pan Kenzi, Rumah Sushi Bali yang mana aku tahu bahwa kamu suka dengan makanan dari negeri Jepang terutama sushi, Sidewalk Mall, bau cakrawala dan indah senja Pantai Geger atau tempat cuci Conver dimana kita sering mengobrol, berbahagia tanpa menghiraukan orang-orang disekeliling kita. Dan tulisan ini adalah penutup dari hubungan kita yang berakhir dengan perpisahan. Akibat dari berbagai penyebab yang entah aku atau kita gagal untuk selesaikan dengan ba...

Balada Tuan dan Nona.

Ada beberapa kata yang tertahan Ada beberapa kalimat yang tak terucapkan Ada beberapa paragraf yang hanya disimpan Ada perasaan-perasaan yang akhirnya hanya menjadi kenangan Semua orang memiliki surat dalam dadanya  Surat yang tak sempat tersampaikan pada sang penerima Mungkin karena ada canggung, takut atau hal lain yang menghalanginya Yang pasti semua orang memiliki surat dalam hatinya. Sama seperti surat Tuan dan Nona Yang tak berakhir indah dan akhirnya menjadi suatu titik tanpa koma Tentang hal baik karena pernah bersama Tentang syukur walaupun memiliki takdir membawa mereka pada cerita yang berbeda.