Di Selipan Doa-Doaku
Namamu masih terselip di sana, di dalam doaku Di saat hujan, di sepertiga malam, di antara adzan dan iqamah Di waktu-waktu mustajab, saat terkabulnya sebuah angan-angan Lima kali sehari, atau bahkan kadang lebih dari itu, setiap hari. Kulangitkan doa-doa itu setinggi mungkin, namun tetap dengan penuh kerendahan diri, dangan ketulusan yang paripurna Doa tentang pengampunan dosa untukku dan keluarga, tentang kesabaran hati, tentang kebaikan setelah kehidupan di dunia Lalu kuisi ujung doa tersebut dengan nama masih yang sama, dengan namamu Kemudian kuakhiri dengan harapan yang masih belum berubah, harapan untuk bisa bersamamu. Kusampaikan permintaanku pada Sang Pengatur Segalanya, tentang aku dan kamu yang terikat dalam sebuah hubungan di masa depan Hubungan yang akan dimulai dengan cara yang paling Ia restui perjalanannya Hubungan yang berjalan dengan cara yang paling Ia berkahi dari awal hingga akhir Hubungan yang berakhir di dunia dengan cara yang...