Kamu Adalah Huruf Pertama Dari Setiap Kalimatku.

 Aku kembali pada masa itu

Masa di mana kamu yang menjadi segala alasanku

Alasanku tetap bertahan saat aku hampir mati dan tetap bernafas

Nafas dari masa lalu yang masih kucari bahkan hingga hari ini

Dari tahun ke tahun, dulu hingga sekarang, tetap kamu

Alur cerita yang tetap melekat meski pemerannya sudah tiada, kamu.

 

Pernah aku berpikir untuk melepaskan semuanya

Untuk berhenti mencari kamu di raga orang lain

Terbebas dari belenggu masa lalu, dari kamu

Rela atas rindu yang takkan bisa terbayarkan, rindu menuju kamu

Imajinasi yang indah bukan ? Namun tetap saja, namamu yang ada.

 

Namamu masih melekat dalam angan

Angan yang kuharapkan dengan tekad yang nekat

Bayangmu yang masuk ke setiap celah diantara kedipan mataku

Inginku masihlah kamu, menuju kamu, dan mungkin akan tetap kamu

Lampiran dari setiap tawa itu masih tersimpan di dalam kening

Alam mimpiku masih memainkan bayang yang masih bayangmu.

 

Amanda Putri Nabila, kusebut lagi namamu dalam tulisanku setelah sekian lama kuhindari untuk menggunakan identitas seseorang untuk menyampaikan arti dalam puisi. Dan di awal paragrafku ini akan kutulis namamu dengan tebal agar setiap orang yang membacanya mengerti bahwa sampai akhir tulisan ini, aku sayang kamu, masih dan tetap sayang kamu. (Rest In Peace. Amanda.)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Selipan Doa-Doaku

Sebekas Ingatan Yang Kuharap Lekas Kandas Dari Dalam Kepalamu