Pergi
Hey, kau wanita yang pernah terpatri denganku dalam sebuah janji,
Sekeping kenangan yang selalu terlintas dalam khayal ketika datang sunyi,
Apa kau tahu bahwa butuh usaha lebih untuk tidak mengingatmu dalam hari-hari yang kujalani?
Sekeping kenangan yang selalu terlintas dalam khayal ketika datang sunyi,
Apa kau tahu bahwa butuh usaha lebih untuk tidak mengingatmu dalam hari-hari yang kujalani?
Apa kau mengerti bahwa engkaulah penyebab aku pernah berhenti menikmati lega napas dalam hati?
Hanya ada kacau dan sesak menyelimuti
Hanya ada kacau dan sesak menyelimuti
Bahka kupikir hatiku telah mati ketika kau memilih untuk berhenti mendampingi,
Aku tidak mau merasakan hal itu lagi, aku benci bila harus tenggelam dalam luka pada diri sendiri.
Aku tidak mau merasakan hal itu lagi, aku benci bila harus tenggelam dalam luka pada diri sendiri.
Maka dari itu, pergilah, dan jangan sedikitpun kau berpikir untuk kembali,
Karena aku takut jika kau kembali, aku akan membuka hati dan tak akan pernah bisa melepaskanmu lagi.
Karena aku takut jika kau kembali, aku akan membuka hati dan tak akan pernah bisa melepaskanmu lagi.
M. Indra Prayoga (2018)
Komentar
Posting Komentar