Detak dan Degup
Degup itu hilang kemana aku pun tak tahu
Degup yang kurasakan dulu
Degup yang tertuju pada sosok usang yang telah asing di masa lalu
Rasa-rasanya kamu telah merebut degup itu, dengan sempurna jadi milikmu.
Tak kurasakan detak itu lagi
Bahkan ketika kelihat waiah yang pernah kuhindari
Tak ada risau, takut, dan sedih, melainkan hanya menyisakan satu konklusi
Yaitu satu fakta konkrit dalam hatiku bahwa kini padamulah aku terpatri.
Sayangku,
aku ingin memberitahumu sesuatu
Sekarang aku telah jatuh sepenuh hati kepadamu
bahwa sekarang kamulah yang pemegang tunggal detak dan degupku.
- Muhammad Indra Prayoga (2023)
Komentar
Posting Komentar