Hari Raya Nyepi

Minggu, 14 Maret 2021 

Sunyi menaungi kota Denpasar yang biasanya lalu lalang bising orang tanpa henti,
Lampu kota di jalan Jendral Sudirman yang biasa terang kini redup,
Digantikan oleh bintang-bintang lucu di langit bersih tanpa polusi hari ini,
Semua fasilitas umum, toko-toko, bahkan rumah penduduk tertutup rapat tanpa ada cahaya yang terlihat,
Dari sudut rooftop kostku yang sederhana,
Kulihat beberapa ogoh-ogoh,
patung berbentuk makhluk jahat dipajang di pinggir jalan untuk besoknya dibakar,
Sebagai simbol mengusir makhluk yang menggambarkan kejahatan itu sendiri,
Mirisnya, tidak kuasa mengusir rasa ingin dekat denganmu.

Dengan belaian sang bulan, kuresapi syahdunya malam di Hari Raya Nyepi yang tenang mengundangku untuk memikirkanmu lebih dari biasanya,
Bercengkrama lebih erat dengan bayangan tentangmu,
Kamu, Sahabat, sekaligus kekasihku,
Tempatku menaruh semua cerita
Tentang liku dan luka, suka cita dan tawa,
Sosok yang jauh di pulau seberang,
Namun selalu kulihat setiap mataku terpejam,
Jiwa yang kuharap berada di sampingku untuk mendengar suaraku yang berbisik halus di telingamu,
Aku sayang kamu,
Aku merindukanmu sayangku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Selipan Doa-Doaku

Sebekas Ingatan Yang Kuharap Lekas Kandas Dari Dalam Kepalamu

Kamu Adalah Huruf Pertama Dari Setiap Kalimatku.