Bait Dadakan.

Tanpa maaf, tanpa merasa hampa.
Aku akan hilang untuk sementara,
Tidak nona, bukan bosan, marah ataupun nestapa, melainkan kecewa.
Mungkin karena kesombonganku yang merasa mampu memanusiakan manusia,
Namun berakhir hancur akibat dihantam oleh sang nyata,
Atau mungkin aku yang terlalu banyak bersandiwara untuk menjagamu tetap tertawa,
Namun untuk menjaga hatiku sendiri saja aku lupa,
Semua terjadi seakan-akan Tuhan berkata "Sudah waktunya kau bertambah dewasa".

Entah berapa lama dengan waktu aku akan bercengkrama,
Tapi silahkan menunggu jika bersedia,
Dan silahkan hilang jika merasa terlalu lama.
Dan terakhir, sampai jumpa nona.
Jika memang nantinya kita kembali berjumpa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Selipan Doa-Doaku

Sebekas Ingatan Yang Kuharap Lekas Kandas Dari Dalam Kepalamu

Kamu Adalah Huruf Pertama Dari Setiap Kalimatku.