Thanks To You, All Of You


Mama

Senin, 04 juni 2001

Pada tanggal tersebut, atau tepatnya 17 tahun yang lalu, kau telah berjuang. Kau bertarung melawan maut, Mempertaruhkan nyawamu demi hidupku. Aku tidak tahu bagaimana keadaan setelah kau menerima aku yang merupakan titipan ketiga yang diberi oleh tuhan dan diberikan kesempatan untuk hidup. Apakah membahagiakan karena aku telah dilahirkan? atau tegang sebab nyawamu usai meregang? Namun satu hal yang aku tahu, semarah apapun aku, seberapa besarnya kecewaku terhadapmu, aku tidak pernah menyesal telah dititipkan oleh tuhan dan dirawat dengan kasih sayangmu.

Senin, 04 juni 2018

Pada tanggal tersebut, atau lebih tepatnya hari ini, aku  memasuki usiaku yang ke 17 tahun. Mungkin di mata orang lain aku telah beranjak dewasa. Tapi tetap, hatiku masih berharap dimanja dan diberi kasih sayang yang sama, dengan hari dimana kau menggendong dan melihatku untuk pertama kali, dan cinta sama, dengan hari ketika kakek mengumandangkan adzan ditelinga kananku dan iqamah di telinga kiriku. Berapapun usiaku, percayalah aku akan selalu menjadi bayi kecilmu.
Maafkan aku atas perilakuku selama ini, aku yang keras kepala, aku yang memaksakan kehendak, aku yang tega membuatmu kesusahan. Semua itu aku lakukan bukan tanpa alasan, aku ingin kau mencoba untuk memahami dan bukan selalu dipahami, aku ingin kau bisa mematahkan kemauan egois anak-anakmu, aku ingin kau bisa mengatur semuanya dengan benar sendiri bukan bergantung dengan orang lain. Dan semuanya bukan hanya semata-mata untuk kehidupanmu didunia tapi aku takut pertanggungjawabanmu diberatkan diakhirat. Semoga saja tidak, karena akan kubuat surga bosan mendengar namamu setiap saat karena doa doaku.
Maafkan aku karena belum bisa membahagiakanmu seperti saudara-saudaraku, yang sudah bisa memberikan materi, entah uang, sesuatu untuk memenuhi kehidupan sehari-hari atau bahkan barang benda yang berharga. Jujur saja, aku belum bisa memberikanmu semua itu, aku hanya bisa memberikan janji, bahwa aku akan berusaha untuk membuatmu tenang tanpa beban pikiran dihari tuamu nanti. Namun untuk menepati janjiku, aku tetap butuh bantuanmu untuk menjagaku agar senantiasa berada dijalur yang benar. Dan jaminan dari janjiku ini adalah hidupku sendiri. Maukah kau menolongku mama?



Papa

Senin, 04 juni 2001

Pada tanggal tersebut, atau lebih tepatnya 17 tahun yang lalu, tuhan memutuskan aku untuk hidup didunia ini melalui rahim mama, aku tidak tahu bagaimana perasaanmu, sebab yang kudengar, saat itu kau sedang ada pertengkaran dengan mama, namun aku tidak mau mempermasalahkan masa lalu, dan akan membahas masa depan. Aku tidak begitu begitu peduli tentang apa yang dulu kau lakukan atau setidaknya yang aku dengar kaulakukan terhadap saudara-saudaraku. Karena satu hal yang pasti, kau berusaha menebus kesalahanmu dan meneruskan perjuanganmu atas kami.

Senin, 04 juni 2018.

Pada tanggal tersebut atau lebih tepatnya hari ini, aku memasuki usiaku yang ke-17 tahun. Aku harap dimatamu aku sudah bukan anak kecil dan siap untuk menghadapi masa depan, siap untuk menata rencana agar tidak gagal karena rintangan didepan mata. Namun, maaf, jika aku belum menjadi sosok tersebut tolong bimbing aku yang sama sekali belum mengerti tentang realita yang terbentang. Menjadi sosok yang kuharap lebih baik darimu, bukan karena kau tidak baik namun karena aku ingin kau bangga terhadapku. Seperti kata pepatah, apa yang kau tanam, adalah apa yang akan kau tuai.  Kuharap aku adalah benih yang baik. Dan dengan bimbingan papa dan penjagaan dari mama, aku yakin aku akan menjadi sesuatu yang pantas untuk kau tuai.


Tante dwi

Maaf jika kata-kataku sedikit menggores hati, namun aku tidak sedikitpun menyesal, kecewa, ataupun sedih karena perceraian orang tuaku, dan kau adalah alasan mengapa aku tidak merasakan semua itu. Aku bahkan berseyukur tuhan mempertemukan papa denganmu. Mungkin dimata orang lain, rasa senang dan syukurku berada diatas tragedi keluarga. Namun bagiku itu adalah jalan untukku menempa hati agar kuat dan dapat berpikir luas.
Aku tidak tahu bagaimana dengan keadaan kedepannya, namun satu hal yang yang kutahu, sekarang kau menyayangiku sama seperti kau menyayangi anak kandungmu.
Kau bukanlah sosok pengganti mamaku, namun kau adalah sosok pelengkap dalam hidup dan masa depanku. Entah akan jadi seperti apa aku jika bukan kau yang dipertemukan dengan papa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Selipan Doa-Doaku

Sebekas Ingatan Yang Kuharap Lekas Kandas Dari Dalam Kepalamu

Kamu Adalah Huruf Pertama Dari Setiap Kalimatku.