Untuk Kita, Untuk Indonesia.
Indonesia, negara padat akan harta
Nusantara, mutiara dari timur yang berharga
Sabang sampai marauke, ditakuti akan potensinya
Zambrud khatulistiwa, permata yang didamba oleh dunia
Dulunya
Soekarno, semua bergetar mendengar namanya
Moch. Hatta, tanpa ragu menentang dominasi dari negara yang kini adidaya
BJ Habibie, sosok dengan intelegensi yang diperebutkan banyak negeri
Dan banyak insan pejuang demi PANCASILA sang Garuda Perkasa
Kini,
Negeri Pertiwi hampir mati,
Aku, kalian, bahkan mereka pun mengerti,
Kita semua akan binasa,
Ditelan nestapa yang memang nyata adanya.
Banyak dari mereka yang menjabat hanya untuk urusan dunia,
Banyak dari mereka yang mengeruk harta tenggelam dalam hidup fana,
Banyak dari mereka yang senantiasa dipuja namun menusuk dibalik gelagatnya,
Banyak dari mereka yang mengalirkan kalimat manis namun ada juga racun yang menerpa.
Kita, Pemuda yang menolak tua,
Kita, tidak akan menjadi PENERUS BANGSA,
Kita, akan menjadi PELURUS BANGSA,
Kita, akan membebaskan INDONESIA dari belenggu segala PROBLEMATIKA.
Mari jadikan INDONESIA sebagai topangan utama masyarakat dunia.
Bangkit,
walau harus berkawan dengan dengan rasa sakit
Berdiri,
dan nikmati duri yang bersemayam dalam hati,
Merdeka
dari tikus tikus perajut jubah emas dunia yang menggerogoti bangsa.
Mati,
saat negeri ini telah siap untuk bediri tanpa khawatir yang menyelimuti.
Nusantara, mutiara dari timur yang berharga
Sabang sampai marauke, ditakuti akan potensinya
Zambrud khatulistiwa, permata yang didamba oleh dunia
Dulunya
Soekarno, semua bergetar mendengar namanya
Moch. Hatta, tanpa ragu menentang dominasi dari negara yang kini adidaya
BJ Habibie, sosok dengan intelegensi yang diperebutkan banyak negeri
Dan banyak insan pejuang demi PANCASILA sang Garuda Perkasa
Kini,
Negeri Pertiwi hampir mati,
Aku, kalian, bahkan mereka pun mengerti,
Kita semua akan binasa,
Ditelan nestapa yang memang nyata adanya.
Banyak dari mereka yang menjabat hanya untuk urusan dunia,
Banyak dari mereka yang mengeruk harta tenggelam dalam hidup fana,
Banyak dari mereka yang senantiasa dipuja namun menusuk dibalik gelagatnya,
Banyak dari mereka yang mengalirkan kalimat manis namun ada juga racun yang menerpa.
Kita, Pemuda yang menolak tua,
Kita, tidak akan menjadi PENERUS BANGSA,
Kita, akan menjadi PELURUS BANGSA,
Kita, akan membebaskan INDONESIA dari belenggu segala PROBLEMATIKA.
Mari jadikan INDONESIA sebagai topangan utama masyarakat dunia.
Bangkit,
walau harus berkawan dengan dengan rasa sakit
Berdiri,
dan nikmati duri yang bersemayam dalam hati,
Merdeka
dari tikus tikus perajut jubah emas dunia yang menggerogoti bangsa.
Mati,
saat negeri ini telah siap untuk bediri tanpa khawatir yang menyelimuti.
Komentar
Posting Komentar