Untukmu yang kabarnya sudah tidak kuketahui namun masih terus kunanti.
Apakah kamu ingat waktu itu?
Pada waktu dimana kita tertawa bersama karena membicarakan kebodohan yang teman-teman kita lakukan? Hingga akhirnya kita berhenti karena ternyata hal yang kita lakukan tak kalah bodohnya dari apa yang kita bicarakan.
Pada waktu dimana kita saling marah
karena membalas keusilan masing-masing? Dan lucunya kita bisa berbaikan tanpa ada yang mengeluarkan kata maaf.
Pada waktu dimana kita merasa bosan berpergian bersama dan memilih untuk menikmati waktu berdua di balkon rumahmu? Dan membuat kita larut diterpa rasa malas dan nyaman, hingga hujan pun tak bisa memaksa kita beranjak dari sana, tentu saja demam adalah akibatnya.
Pada waktu dimana kita merasa gugup ketika pertama kali bertemu orang tua masing-masing? Hingga kita bisa akrab dengan mereka tanpa dipotong ragu didalamnya.
Pada waktu dimana kita sama-sama berlagak paling pintar dalam menebak jalan suatu cerita film? Yang mana, tak ada satupun prediksi kita yang bahkan memdekati alur ceritanya.
Pada waktu dimana kau tertawa, aku bahagia, saat kau mencintaiku dengan penuh, aku memilikimu dengan utuh.
Ah sial, air mataku jatuh lagi karena kenangan lama terlintas kembali.
M. Indra Prayoga (2018)
Komentar
Posting Komentar