7 kisah yang pernah kulalui, dan masih tertata rapih dalam hati.
7 Insan, 7 hati, 7 cerita. #Part2
5. Kisah yang kulewatkan, dia adalah panda ku, insan yang usai bahkan sebelum kami memulai, yang berpisah tanpa pernah satu arah, rasa sayang yang terhambat, cinta yang datang terlambat, sempat yang tiba pada waktu yang tidak tepat. Saat aku terlalu lama bernaung dalam lara, saat sendu yang lalu masih membekas dalam hidupku, memaksaku untuk tidak terhubung denganmu. Jika saja aku lebih siap dan berani, jika saja aku tidak ragu untuk kembali mempercayakan hati, mungkin kau dan aku bisa terpatri. Mungkin harusnya kita pernah sama-sama mengisi hari, mungkin.
-
-
6. Kisahku yang dilewatkan, Thalia , si burung cendrawasih bagiku, Waktuku habis untuknya, telingaku setia mendengar lukanya, pundakku sebantiasa melepas sendunya. Peduliku tak pernah berhenti, adaku pasti disetiap harinya. Sediaku disegala pinta, siapku disegala lara. Tidak sepertiku, saat itu dia tak peduli, aku hanyalah obat penawar dari racun yang berulang kali menyebar, aku hanya tempat singgah hingga dia sendiri yang jengah. Kupikir dengan sedikit bersabar, dia akan tersadar bahwa aku mengemban harapan besar. Dan benar saja, ekspetasiku tak jadi nyata, aku yang tergila-gila tak dipandang walau sekejap saja. Perih kurasa dalam diri sendiri, mendorong untuk angkat kaki dari hati yang tak pasti, dan menurut kabar burung yang kudapatkan, ternyata dia juga merasakan penyesalan.
-
7. Kisah 2 oktober, si kelinci, diawal, aku mencintai dia selayaknya sosok pembawa bahagia, dia menerimaku apa adanya, dan sama halnya dengan hubungan kebanyakan selalu ada rintangan yang membentang, karenanya, kami pernah sama-sama pergi lalu kembali karena ada resah yang menghantui. Namun ada yang berbeda di lembaran kami yang kedua, aku yang entah menutup diri darinya, pun dia yang bergelagat seakan mengekangku dari dunia. Tapi aku tak masalah, persoalan tersebut bahkan terselesaikan tanpa mengusik nestapa. Namun tiba-tiba rasa bosan menyapa, tak seperti sang kelinci yang kuat menghadapinya, saat itu aku terperangkap olehnya. Dan ternyata rasa bosan datang berdampingan dengan penyesalan si kawan lamaku.
-
O
BalasHapus