Festival Yang Membenturkan Senang Dan Sendu.

Disebuah acara yang sama
Dengan jaket yang sama
Tapi dengan orang yang berbeda
Terbesit sebuah kenangan lama
Dengan sosok yang menyebabkan dilema

Bagai rantai yang mencegahku
Untuk terus melangkah maju
Tapi aku tahu
Orang itu tidak bermaksud begitu

Sebab rantai itu hanya pikiranku
Rasa bersalah yang membuatku malu
Atas kelakuan bodohku kepadamu
Dengan alasan suatu rasa jahil yang semu

Mungkin bagimu ini tidaklah penting
Tapi rasa bersalah tetap saja bising
Membuat penghalang bagai dinding
Untuk diriku agar bisa berpaling

Daripada sebuah kalimat rindu
Mungkin Maaf lebih cocok untukmu
Dan kini malam telah terbentur sendu
Menunggu tanpa bosan pagi kelabu

(2017)
Muhammad Indra Prayoga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Selipan Doa-Doaku

Sebekas Ingatan Yang Kuharap Lekas Kandas Dari Dalam Kepalamu

Kamu Adalah Huruf Pertama Dari Setiap Kalimatku.