Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Siksaan dari sebuah Kenangan.

Bertemu lagi Dalam ruang perasaan yang sama Teringat lagi Akan ujung bibirmu yang tersenyum Ingin lagi                  Melihat mata sabarmu menanggapi keegoisanku Memang kuakui Kaulah yang terhebat Dalam menenangkan marahku Menyejukan senja yang hilang dalam sekejap Saat bayanganmu mendekat Hatiku berdebar hingga suaranya membelah hening Mengundang panik meski dalam malam yang tenang Dan semuanya hilang saat kesalahan lama menyapa Itu semua menyiksaku Memang terasa menyakitkan Seperti dibunuh secara perlahan Tapi itu tak apa Benar benar tidak apa apa. Jika itu berarti aku bisa Menciptakan cerita yang tak akan pernah terlupakan Aku lebih memilih untuk disiksa Lebih baik terbunuh berkali kali Jika itu bisa membuat kenanganmu abadi Tak masalah. (2017) Muhammad Indra Prayoga

Sajak Puteri dan Sajak Pangeran

Aku akan jatuh cinta, tentu saja Seorang Puteri selalu jatuh cinta Tapi tidak sekarang atau hanya untuk urusan murah Aku akan jatuh cinta, kepada seorang pangeran Yang datang dengan gagah berani Mengambil tanggung-jawab dalam hubungan yang diberkahi Menjadi imam sampai mati. Aku akan jatuh cinta, tentu saja Seorang pangeran selalu jatuh cinta Tapi tidak sekarang atau hanya untuk hubungan main-main Aku akan jatuh cinta, kepada seorang puteri Yang diambil dari tempat terhormatnya, dengan cara terbaiknya Mengikatkan diri pada hubungan yang dirahmati Menjadi pasangan bidadari hingga hari penghabisan nanti (2013) Tere Liye

Celana Ibu

Maria sangat sedih menyaksikan anaknya mati di kayu salib tanpa celana dan hanya berbalutkan sobekan jubah yang berlumuran darah. Ketika tiga hari kemudian Yesus bangkit dari mati, pagi-pagi sekali Maria datang ke kubur anaknya itu, membawa celana yang dijahitnya sendiri dan meminta Yesus mencobanya. “Paskah?” tanya Maria. “Pas!” jawab Yesus gembira. Mengenakan celana buatan ibunya, Yesus naik ke surga. (2004) Joko Pinurbo

Festival Yang Membenturkan Senang Dan Sendu.

Disebuah acara yang sama Dengan jaket yang sama Tapi dengan orang yang berbeda Terbesit sebuah kenangan lama Dengan sosok yang menyebabkan dilema Bagai rantai yang mencegahku Untuk terus melangkah maju Tapi aku tahu Orang itu tidak bermaksud begitu Sebab rantai itu hanya pikiranku Rasa bersalah yang membuatku malu Atas kelakuan bodohku kepadamu Dengan alasan suatu rasa jahil yang semu Mungkin bagimu ini tidaklah penting Tapi rasa bersalah tetap saja bising Membuat penghalang bagai dinding Untuk diriku agar bisa berpaling Daripada sebuah kalimat rindu Mungkin Maaf lebih cocok untukmu Dan kini malam telah terbentur sendu Menunggu tanpa bosan pagi kelabu (2017) Muhammad Indra Prayoga

Semoga Tercapai.

Sebelum aku Mungkin ada yang lain mencoba ke hatimu Mungkin aku hanyalah insan yang semu tapi apa itu akan membuatku ragu ? Tidak, aku akan mencoba Meski ada sedikit debar di dada Tapi aku tak ingin rasa ini tiada Tanpa kau ketahui yang sebenarnya Mungkin ini perasaan yang sama Dengan hati yang sebelumnya Yang pernah ku sesali keberadaannya Dan Sekarang Menjadi kenangan lama Tapi Apa salahnya mecoba lagi ? Mungkin rasa ini nanti akan mati Persetan, karena kesempatan ini Mungkin hanya datang sekali. Jangan ragu untuk menolaku Lebih baik menunggu Daripada ada rasa yang mengganggu Karena meski hatiku hanya satu Tapi semangatku sekeras batu. (2107) Muhammad Indra Prayoga

Kebohongan Pada Diri Sendiri ?

Saat aku berbicara dengan beberapa insan yang telah selaras kami berbicara tentang apa yang ingin kami lakukan apa yang sudah kami lalui Sampai ketika dingin menusuk malam aku menyadari sesuatu bahwa pembicaraan ini membawa kembali kenangan kenangan yang kau tanamkan kenangan yang menjadi akar penyesalan serta membawa kembali bayangan dimana kau adalah tujuanku dimana kau tari disetiap musikku dan dimana kebodohanku mengelabuiku sekarang rindu yang kupikir telah kubunuh ternyata masih hidup tanpa sadarku selembut tanah, sekeras batu membuatku malu pada diriku sendiri aku memutuskan untuk berhenti bicara keluar ruangan dan menyendiri ditemani asap dan larut dalam gelap hingga hangat mulai menyusul pagi dan aku kembali bersandiwara (2017) Muhammad Indra Prayoga

Penjelasan.

Blog sederhana yang berisi kumpulan puisi yang berasal dari berbagai sumber, entah itu karangan sendiri, maupun puisi seseorang yang diposting kembali. Jika kalian punya puisi yang kalian ingin publikasikan, bisa langsung DM ke @Mindraprayoga.