Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

Puisi Tentangmu Yang Dulu Seringkali Kau Minta.

 Jangan pernah mempertanyakan alasanku menyerah terhadapmu Terhadap sumber luka dan liku yang kini tertoreh dalam jiwaku Menyerah terhadap pemantik pilu yang sudah lama membusuk muncul kembali menusuk rusukku Menyerah terhadap kisah tentang kamu dan aku. Aku memang insan yang jauh dari kata sempurna Banyak kesalahanku yang menggores cerita kita Namun nona, sepertinya kamu lupa, bahwa perubahanku terhadapmu disebabkan oleh hal-hal yang bukan aku pelakunya. Sama seperti sekarang, dimana aib yang kupercayakan padamu, malah kau jadikan alasan pada orang sekitar meski tanpa alasan yang masuk logika. Tak usah membahas apa yang pernah aku atau kamu lakukan di masa lalu Semua itu sudah terlewat dan berlalu Kesalahanmu yang dulu tak masuk dalam pertimbanganku untuk meninggalkanmu Malah dari sana aku bersyukur pernah memiliki pasangan seperti dirimu Perpisahan kita sekarang disebabkan oleh ekspetasiku yang terlalu tinggi akan empatimu dalam mengerti traumaku. Jadi dengan tegas, tanpa maaf, d...

Surat Tuan Dan Nona.

Surat Dari Tuan Untuk Nona Hari ini, masih ada segenggam rindu yang mengusik dalam pejamku. Tentang cara kita berbicara dengan nada yang manja, menonton film kartun fantasi bersama, hingga candaan aneh yang hanya kita berdua bisa terhibur karenanya. Sekarang semua sudah menjadi suatu kenangan masih tersimpan rapih hingga nanti saat waktu menggerusnya dengan perlahan dan pasti. Walaupun aku bukanlah seseorang yang menyimpan sosok di sebuah tempat namun tetap saja ada beberapa tempat yang tertanam memori tentangmu didalamnya. Seperti Pan Kenzi, Rumah Sushi Bali yang mana aku tahu bahwa kamu suka dengan makanan dari negeri Jepang terutama sushi, Sidewalk Mall, bau cakrawala dan indah senja Pantai Geger atau tempat cuci Conver dimana kita sering mengobrol, berbahagia tanpa menghiraukan orang-orang disekeliling kita. Dan tulisan ini adalah penutup dari hubungan kita yang berakhir dengan perpisahan. Akibat dari berbagai penyebab yang entah aku atau kita gagal untuk selesaikan dengan ba...

Balada Tuan dan Nona.

Ada beberapa kata yang tertahan Ada beberapa kalimat yang tak terucapkan Ada beberapa paragraf yang hanya disimpan Ada perasaan-perasaan yang akhirnya hanya menjadi kenangan Semua orang memiliki surat dalam dadanya  Surat yang tak sempat tersampaikan pada sang penerima Mungkin karena ada canggung, takut atau hal lain yang menghalanginya Yang pasti semua orang memiliki surat dalam hatinya. Sama seperti surat Tuan dan Nona Yang tak berakhir indah dan akhirnya menjadi suatu titik tanpa koma Tentang hal baik karena pernah bersama Tentang syukur walaupun memiliki takdir membawa mereka pada cerita yang berbeda.