Apa Lagi Yang Kubutuh ?
Malam ini, aku bersandar pada realita, Pada Kenyataan dimana masa lalu tidak lagi mengganggu saat menyapa, Pada tempat ternyaman setelah bersimpuh pada keterpurukan, Pada waktu yang berjalan setelah lama tertahan oleh kenangan. Tunggu dulu, Bukannya aku terbebas dari kisah pilu nan menjelma bagai hantu, Hanya saja, aku sendiri yang merasa bahwa semua nampak biru, Dan beruntungnya aku, sekarang ada kamu. Kamu, yang menemani saat rembulan bersinar, Kamu, yang memberi rasa saat relung terasa hambar, Kamu, yang membuat hatiku tak henti-hentinya berdebar, Kamu, cukup kamu. Bersamamu, Senyumku melengkung tak peduli seberapa sunyinya keadaan. Mendengar suaramu, Bayangan sombong akan kebahagiaan menghiasi ladang ekspetasi yang tempo hari dipenuhi semak penyesalan. Berbicara denganmu, Selalu bisa membuat otakku menyuguhkan suatu hal yang bisa dijadikan obrolan. Tertawa denganmu, Aih, cukuplah kita ditemani rembulan, sirnalah matahari karena kuhancurkan, dan aku tak bu...