Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Definisi Bahagia.

Di cafe pinggir kota ketika hari mulai senja,  Setiap detail dari hari itu tidak akan pernah aku lupa, Hari dimana cuma ada kau dan aku, berdua, Mulai dari rambutmu yang dikuncir seperti buntut kuda, Bola matamu yang semakin indah saat tidak memakai kacamata, Kaos merah, jaket pink, serta celana jeans yang kau kenakan, kau bilang bahwa itu biasa saja, namun nyatanya mampu membuatku terpana, Aku ingat saat kau berbicara dan tanpa sadar akupun terpesona, Benar-benar terpesona, Tenggelam dalam bahagia, Senyumku merekah tanpa jeda, Memperhatikan matamu, Aku larut dalam pandanganku, Tak ada kata bosan dalam mendengarkan suara imutmu saat bercerita, Saat itu, bagiku; semua terasa sempurna. Ya meskipun yang kau bicarakan bukanlah tentang kita, melainkan dia; orang yang kamu damba. Persetan! Aku tetap merasa bahagia.  M. Indra Prayoga (2018)

Aku Tahu.

Aku ingin tahu, apa ada seseorang di hatimu? Aku ingin tahu, siapa orang yang ada di hatimu? Toh jika itu bukan lagi aku, bisakah aku bertemu dengannya? Bolehkah aku bertemu dengannya? Bukan untuk membandingkan atau menghakimi, Aku hanya ingin dia tahu hal yang harus dia ketahui Aku ingin memberitahunya agar tidak mengganggumu saat ada earphone bertengger di telingamu, karena aku tahu kau tidak suka hal itu. Aku ingin memberitahunya untuk tidak mengajakmu menonton film-film horor di bioskop, karena aku tahu hal itu dapat membuatmu trauma berhari-hari. Aku ingin memberitahunya untuk tidak mengajakmu makan ke restoran shushi, karena aku tahu kau alergi terhadap seafood, dan kau akan merasa gatal dan sakit bila memakannya. Aku ingin memberitahunya agar tidak lupa menanyakan hari-harimu setiap malam, karena aku tahu kau membutuhkan wadah untuk bercerita setiap waktu. Aku ingin memberitahunya untuk memelukmu erat-erat dan menanyakan masalahmu ketika kau terlalu banyak tertawa dan...